Thursday, September 17, 2020

Yuk, Optimalkan Aktivitas Dakwah Kita!

 


Oleh al-Faqir Abu Zaid

Supaya kita terbebas dari cekaman kondisi pejuang MINIMALIS maka harus ada upaya sangat serius yang kita lakukan. Dan tentu saja ini bukan upaya sehari dua hari atau sebulan dua bulan tapi sepanjang hayat. Sampai kapan? Sampai mati.

Antara lain yang paling penting adalah:

1. Mencintai dakwah lebih dari yang lain.

Mencintai itu menjadi budak. Mengikuti apa maunya yang dicintai. Coba perhatikan diri kita sendiri, mau-maunya bangun pagi-pagi bakda shubuh sudah ngebut di jalanan pergi kerja. Pulang bisa jadi sudah malam hari. Tiap hari begitu kecuali hari libur. Begitu dapat gaji langsung dikasih istri. Semua untuk kebutuhan istri dan anak-anak. Padahal apakah mereka akan benar-benar bermanfaat untuk dunia-akhirat kita? Belum tentu pastinya. Istri bisa saja suatu saat ga setia lagi minta cerai dll. Anak bisa saja tak berbakti. Tapi tetap saja kita mau berkorban lahir-batin jiwa-raga bahkan dunia-akhirat. Mengapa bisa demikian? Satu jawabannya, karena Cinta.

Mestinya Cinta kita kepada dakwah ini lebih besar daripada Cinta kita kepada istri dan anak. Begitulah tuntutan Allah SWT kepada kita bukan? (QS. 9/24).

Nah jika demikian posisinya maka Cinta kita kepada dakwah yang begitu besar dan melimpah akan mampu membentuk kita menjadi aktivisnya yang pilih tanding. Siap berkorban setiap waktu untuknya. Tanpa perlu ditanya lagi kenapa. Mengapa? Karena Cinta.

2. Berikan waktu

Apa yang paling berharga bagi kehidupan manusia di dunia ini? Waktu.
Karena waktu merupakan basis dari semua ni'mat Allah. Karena ada waktulah semua ni'mat itu masih bisa kita manfaatkan. Andai waktu sudah habis, ajal sudah tiba maka jangankan ilmu, harta dan jabatan bahkan beriman pun sudah tak berguna. Bahkan penghuni neraka pun andai bisa mereka hanya ingin hidup lagi kemudian beriman.

Karena itulah, modal pokok kita menjadi pejuang Islam adalah waktu. Maka berikan waktu kita untuk dakwah Sebelumnya ilmu, harta, jabatan dll akan mengikuti. Itu kuncinya.

Dalam sepekan pastikan ada hari-hari yang kita siapkan untuk dakwah. Tentu saja sesuai dengan irama aktivitas kerja kita. Masing-masing tidak harus sama. Justru tidak sama untuk semua orang itulah indahnya sehingga kita bisa saling bagi tugas dakwah.

Bagi kita yang kerja pagi sampai siang atau sore maka malam hari dan hari libur adalah waktu untuk dakwah kita. Bagi yang kerja malam hari maka siang hari adalah waktu dakwah. Bagi yang sangat sibuk misalnya sering keluar kota karena bekerja sebagai konsultan, atau trainer atau dokter spesialis dll maka jangan jual semua waktunya kita. Pastikan sehari dua hari minimal sepekan untuk dakwah. Jangan engkau jual semua waktu! Itu kuncinya.

Kalau kita kesulitan atur waktu maka buatlah jadwal agenda harian dalam sepekan maka akan nampak kapan waktu-waktu yang bisa kita plot untuk dakwah. Kalo ada Cinta insyaallah bisa.

3. Kondisikan keluarga.

Allah, Rasul dan jihad di jalanNya wajib lebih kita Cinta daripada keluarga dan seluruh urusan dunia. Itu tuntutan Allah supaya kita tidak disiksa bukan? (Lihat QS 9/24). Keluarga di sini mengacu pada kata "ahlukum" yang menjadi tanggungan kita adalah istri, anak dan kedua Ibu bapak.

Bagaimana praktiknya, apakah kita tidak boleh mencintai dan mengurus keluarga?
Pasti boleh lah bahkan wajib. Seperti wajib menafkahi istri, anak dan Ibu-bapak. Wajib mendidik istri dan anak-anak supaya menjadi orang Sholih. Terus bagaimana maksudnya?

Maksudnya adalah kita harus mengurus keluarga sesuai dengan syariat Allah SWT. Jangan karena ingin menyenangkan keluarga kemudian kita melanggar syariat, misal kerja yang haram semisal multilevel marketing, jual-beli emas kredit, Bisnis multiakad dll. Jika ini terjadi maka berarti kita lebih mencintai keluarga dari Allah dan RasulNya.

Atau jangan jadikan anak-istri sebagai alasan untuk tidak berjuang. Sehingga habis waktu kita hanya untuk kerja dan urus keluarga. Jika begini maka tinggal menunggu realisasi ancaman Allah tersebut.

Bagaimana kuncinya agar keluarga tidak menjadi halangan bagi dakwah? Kuncinya simpel, jadikan keluarga sebagai aset dakwah. Jadikan orang tua, istri dan anak kita sebagai aktivis dakwah atau minimal pendukung dakwah. Dan sertakan mereka dalam agenda dakwah kita. Misalnya kita punya acara mengisi pengajian di masjid maka ajak sertalah keluarga kita. Demikian juga bisa efektifkan waktu bersama keluarga.

Kunci penting lain yang sangat penting adalah kepemimpinan suami. Jika suami adalah pemimpin yang baik maka insyaallah semua perkara tersebut bisa dilakukan.
Tentu saja masih banyak perkara teknis lain yang perlu kita perhatikan.

4. Kondisikan kerja

Kita mestinya sadar betul bahwa kita ini pejuang Islam. Bukan manusia biasa. Sehingga pastinya kita menjalani seluruh hidup kita bersama keluarga harus berbeda dengan manusia lain.

Dalam hal apa harus berbeda? Tentunya mulai dari tujuan hidup, standar Amal dalam hidup, standar sukses hidup, dan standar urusan dunia termasuk kerja.

Maka dari sini kita harus setting sedemikan rupanya sehingga kita layak menjadi pejuang Islam. Layak mengemban dakwah.

Tidak cukup kita setting untuk diri sendiri tapi bersama keluarga kita. Sehingga kita bisa berjalan kompak dengan orang-orang tercinta. Maka langkah kaki kita insyaallah menjadi ringan. Seberat apapun beban perjuangan.

Pastinya kita akan pilih kerja yang ramah terhadap aktivitas dakwah. Kita tidak mungkin memilih kerja yang kejam terhadap aktivitas dakwah. Itu kuncinya. Detailnya sudah saya singgung di poin pertama.

5. Urusan dunia? Pilih yang mudah

Intinya pilih yang halal, sesuai kemampuan dan tidak mengganggu dakwah. Maka urusan kerja, domisili, tipe rumah, tipe kendaraan, tipe makanan, tipe pakaian, tipe minuman, tipe sekolah anak, tipe kuliah anak dll disesuaikan dengan kemampuan dan status kita sebagai pejuang Islam.

Semoga Allah SWT menolong kita untuk menjadi pejuang Islam yang tangguh. Pilih tanding dan istiqomah. Menjadi pengemban dakwah yang layak ditolong dengan tegaknya Khilafah ala minhajin nubuwah. Bahagia dunia akhirat bersama orang-orang yang kita Cinta.
Selamat berjuang kawan...Allahu Akbar!

*Catatan:
Uraian di atas hanya teori. Tak akan pernah terjadi kecuali kita beramal. Karena Amal yang benar hanya akan lahir dari teori yang benar. []

Friday, August 7, 2020

Salah "Tepuk Anak Shalih" Apa Hingga Diributkan dan Mau Dilarang?!

 

Oleh: Zakariya al-Bantany

 

 

Heboh, beredar surat yang mengatasnamakan Pemda DIY tertanggal 21 Januari 2020, yang isinya melarang tepuk anak shalih yaitu tepuk tangan yang disertai yel-yel dan dilakukan oleh anak sekolah, yaitu:

 

"Aku anak shalih, rajin ngaji, rajin shalat, orang tua dihormati, kita Islam sampai mati. Laa ilaaha illallaah Muhammadur Rasulullaah... Islam Islam... Yes... Kafir kafir... No..." [https://twitter.com/steveharris191/status/1220509843871559680?s=20]

 

 

Bahkan UIN SUKA melalui Siti seorang Dosen Sosiologi Hukum, Hukum dan HAM, Hukum dan Gender Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta mengatakan: “Masyarakat enggak boleh diam, semua perlu bergerak kembalikan Yogya yang nyaman,” kata Siti ketika dihubungi Tempo, Selasa malam, 14 Januari 2020. [https://nasional.tempo.co/read/1295326/yel-islam-yes-kafir-no-siti-ruhaini-ksp-publik-jangan-diam]

 

 

Yang salah dari tepuk anak shalih itu apa hingga harus diributkan dan dilarang..?!

 

Bukankah selama ini tepuk anak shalih tersebut tidak ada masalah apa-apa dan tidak juga merusak masyarakat serta tidak pula bikin masyarakat pecah-belah serta tidak bikin bangkrut keuangan negara serta tidak bikin goro-goro ataupun huru-hara di Jogja dan tidak pula bikin Jogja berdarah-darah..?!

 

Diributkan dan dilarangnya tepuk anak shalih tersebut hanya bikin heboh dan bikin gaduh saja serta hanya bikin resah umat Islam khususnya para orangtua Muslim dan para guru Muslim yang sangat peduli dengan akidah anak-anak mereka dan murid-murid mereka.

 

Diributkan dan dilarangnya tepuk anak shalih tersebut hanya bikin heboh dan bikin gaduh saja. Serta hanya bikin resah umat Islam khususnya para orang tua Muslim dan para guru Muslim yang sedang berupaya menanamkan akidah dan menjaga akidah anak-anak mereka dan murid-murid mereka tersebut sejak dini.

 

Padahal, tepuk anak shalih tersebut adalah salah-satu uslub mengajarkan akidah Islam dan menanamkan sekaligus memperkuat akidah Islam anak-anak mereka dan murid-murid mereka tersebut yang notabene adalah generasi penerus Islam dan generasi pewaris negeri ini.

 

Uslub tepuk anak shalih tersebut adalah sekaligus upaya mereka para orangtua Muslim dan guru-guru Muslim dalam membentuk syakhsiyah Islam (kepribadian/karakter Islam) nan shalih dalam diri anak-anak mereka dan murid-murid mereka sejak dini sebagai generasi pelanjut keberlangsungan Islam dan keberlangsungan negeri tercinta ini.

 

Dengan diributkan dan dilarangnya tepuk anak shalih tersebut, itu bukti kebebasan berpendapat dan kebebasan beragama serta kebebasan menjalankan perintah agama dalam negara demokrasi hanyalah ilusi dan tipuan belaka. Sekaligus bukti HAM hanya omong kosong belaka.

 

Dan bukti pula bahwa negara demokrasi tidak peduli dengan urusan akidah umat Islam, serta negara demokrasi ini pun tampak sekali hendak mensekulerisasi dan meliberalisasi umat Islam khususnya anak-anak Islam generasi penerus Islam tersebut sejak dini.

 

Dengan diributkan dan dilarangnya tepuk anak shalih tersebut menjadi bukti kuat bahwa negara demokrasi ini tidak menghendaki umat Islam khususnya anak-anak Islam menjadi anak-anak yang shalih, tidak menghendaki anak-anak Islam menjadi anak-anak yang rajin ngaji dan rajin shalat sehingga kaffah ber-Islam. Serta tidak menghendaki anak-anak Islam menjadi anak-anak yang menghormati orang tua.

 

Dan negara demokrasi ini pun tampak sekali tidak menghendaki kita umat Islam khususnya anak-anak kita menjadi Islam sampai mati dan tidak pula menghendaki kita umat Islam dan anak-anak kita meninggikan dan mempertahankan kalimat tauhid: "Laa ilaaha illallaah Muhammadur Rasulullaah" sampai mati.

 

Dan sepertinya pula negara demokrasi ini tampaknya menghendaki Islam Islam... No... Kafir kafir... Yes.. Karena itulah, tepuk anak shalih tersebut diributkan dan dilarang.

 

Dengan diributkan dan dilarangnya tepuk anak shalih tersebut, maka itu justru menjadi bukti kuat bahwa yang intoleran dan radikal sesungguhnya adalah negara demokrasi tersebut dan pihak-pihak yang ngotot meributkan dan melarang tepuk anak shalih tersebut. Clear..

 

Jadi, harusnya yang diributkan dan dilarang itu adalah mereka yang selama ini berkoar paling Pancasila dan paling NKRI harga mati yaitu para elit politik oligarkhi demokrasi dan rezim demokrasi yang dzhalim nan curang dan parpolnya serta parpol koalisinya dan Ormas pendukungnya serta kroni-kroninya yang nyerocos paling Pancasila dan sok NKRI harga mati.

 

Karena, faktanya banyak sekali elit politik oligarki demokrasi terbukti korupsi dan membangkrutkan keuangan negara serta merugikan penduduk. Dan juga banyak pula menteri sang rezim demokrasi di era orde reformasi hingga orde bohong saat ini terbukti korupsi. Bahkan parpol rezim penguasa pun beserta parpol koalisinya dan Ormas pendukungnya tersebut pun terbukti kader-kadernya banyak korupsi uang negara hingga milyaran bahkan triliyunan rupiah.

 

Seperti korupsi: BLBI, Century, E-KTP, Sumber waras, pengadaan Trans Jakarta, Honggo, Meikarta, Ketum DPR RI Setya Novanto, Mensos Idrus Marham, Ketum PPP Romahurmuzy yang melibatkan Menag Lukman Saifuddin, Menpora Imam Nahrowi, Jiwasraya, Bumiputera, Asabri, Komisioner KPU yang melibatkan elit petinggi PDIP, dan lain-lain.

 

Dan juga terbukti mereka banyak jual-jual aset penting negara, serahkan wilayah negara dan 80% lebih SDA dan migas milik umum ke asing dan aseng, serta sebabkan negara terjerat utang luar negeri mencapai Rp6.000 triliyun lebih, dan juga memuluskan 28 kontrak obor Cina yang hanya akan membakar seluruh kedaulatan. Serta membiarkan kapal-kapal negara Cina komunis leluasa mencuri ikan dan mengobok-obok kedaulatan wilayah di perairan Natuna.

 

Dan mereka pun terlibat pemilu 2019 yang telah menumbalkan 700 KPPS yang meninggal secara misterius dan tak wajar. Dan juga menghabiskan uang negara lebih dari Rp25 triliyun untuk membiayai pemilu 2019 yang notabene adalah pemilu paling terburuk dan paling amburadul sepanjang sejarah negara Pancasila-UUD45. Hingga pula sebabkan lebih dari 9 warga sipil tewas dalam aksi rakyat pada tanggal 21, 22 dan 23 Mei yang lalu dalam memprotes pemilu 2019 tersebut.

 

Yang korupsi mereka, yang banyak jual aset penting negara ya mereka, yang serahkan migas secara murah ke asing dan aseng ya mereka, yang sebabkan Indonesia terjerat utang luar negeri hingga Rp6000 triliyun lebih ya mereka, yang teken 28 kontrak obor Cina yang bakal membakar kedaulatan dan juga yang biarin Natuna diobok-obok negara komunis Cina ya mereka juga.

 

Dan yang bikin pemilu serentak amburadul dan memakan korban tumbal nyawa 700 KPPS dan menghabiskan uang negara lebih dari Rp25 triliyun untuk membiayai pemilu paling terburuk ya mereka juga hingga pula sebabkan lebih dari 9 warga sipil tewas dalam aksi pada tanggal 21, 22 dan 23 Mei yang lalu dalam memprotes pemilu 2019 tersebut.

 

Dan juga sebabkan 4 Mahasiswa tewas dalam serangkaian aksi Mahasiswa menggugat RUU KPK dan RKUHP pada 23 September 2019–2 Oktober 2019 (1 minggu dan 2 hari), saat jelang pelantikan Presiden dan Wapresnya di periode kedua pemerintahannya pada tahun 2019 yang lalu.

 

Jadi, yang salah ya mereka itu lho para elit politik oligarkhi demokrasi yang korup nan culas dan rezim demokrasi serta kroni-kroninya yang jualan paling Pancasila dan paling NKRI harga mati bukan tepuk anak shalih.

 

Kenapa justru tepuk anak shalih yang disalahkan hingga diributkan dan hendak dilarang..?! Mikir..?!

 

Wallahu a'lam bish shawab. []

 

 

#TepukAnakSholeh

#KhilafahTinggalSelangkah

 

Monday, August 3, 2020

Metode Shahih Membangkitkan Umat



Oleh: Zakariya al-Bantany

LENTERA KEBANGKITAN


Metode Shahih Membangkitkan Umat

Kebangkitan hakiki adalah meningkatnya taraf pemikiran atau kenaikan taraf berpikir dari berpikir dangkal naik menjadi berpikir mendalam ('amiq) dan kemudian lagi naik menjulang tinggi menjadi pemikiran yang cemerlang (mustanir).

Kebangkitan yang benar (shahih) adalah meningkatnya taraf berpikir yang didasarkan pada asas ruhiyah Islam atau aqidah Islam yang menjadi qaidah fikriyah (asas berpikir/ pondasi intelektual) dan qiyadah fikriyah (kepemimpinan berpikir/ kepemimpinan intelektual).

Jika kebangkitan itu tidak didasarkan pada asas ruhiyah, memang mampu bangkit, tetapi kebangkitannya tidak termasuk kebangkitan yang benar, namun itu adalah kebangkitan yang semu dan fatamorgana belaka.

Dan kebangkitan apapun macamnya, tetap tidak dapat disebut kebangkitan yang benar selama tidak didasarkan pada asas pemikiran Islam atau aqidah dan mabda’ (ideologi) Islam.

Karena pemikiran Islam (aqidah dan mabda' Islam) tersebut bersumber dari Allah Yang Maha Benar dan Maha Sempurna serta Sang Maha Pencipta alam semesta, manusia dan kehidupan serta Allah pun Maha Tahu apa yang terbaik bagi manusia, kehidupan dan alam semesta tersebut.

Sebab, Allah yang menciptakan manusia, kehidupan dan alam semesta sekaligus Allah pula yang menurunkan wahyu-Nya beserta sistem peraturan hidup bagi manusia, kehidupan dan alam semesta untuk mengatur dan mengurusi itu semua agar selaras dan sejalan sesuai kehendak dan ridha-Nya semata sehingga terwujudlah keteraturan alam semesta, manusia dan kehidupan. Sehingga pula manusia pun akan selamat dunia dan akhirat serta terwujudlah kebahagiaan hakiki bagi manusia baik di dunia maupun di akhirat.

Jadi, kebangkitan yang shahih itu hanya kebangkitan Islam.
 
Metode untuk mencapai kebangkitan itu adalah dengan thariqah dakwah Rasulullah Saw. dengan mengemban Islam sebagai mabda’ (ideologi) atau sebagai Islam politik bukan semata-mata Islam spritual belaka. Dan sekaligus menegakkan pemerintahan (kekuasaan) yang didasarkan pada pemikiran Islam/aqidah dan mabda’ Islam, bukan semata-mata kebangkitan yang didasarkan pada peraturan, perundangan ataupun hukum semata. Penegakan negara yang berasaskan perundangan dan hukum, tidak mungkin mencapai kebangkitan.
 
Malah sebaliknya, jika itu yang terjadi sangat membahayakan kebangkitan itu sendiri. Jadi, tidak mungkin kebangkitan itu diraih melainkan dengan menegakkan pemerintahan dan kekuasaan atas dasar suatu pemikiran aqidah dan mabda’ Islam tersebut.
 
Dari pemikiran Islam inilah muncul pemecahan-pemecahan praktis untuk menanggulangi segala persoalan kehidupan yang sedang mendera masyarakat dan umat manusia. Dengan kata lain, dari pemikiran Islam tersebut keluar segala bentuk sistem peraturan, perundangan dan hukum.

Jadi, umat Islam saat ini, jika mereka menghendaki kebangkitan hakiki yang benar, maka mau tidak mau umat Islam harus menjadikan aqidah Islam sebagai asas yang menjadi arahan kehidupan mereka dan mereka pun kembali mengemban Islam sebagai mabda’ (ideologi) atau Islam politik. Di atasnya pun dibangun pemerintahan dan kekuasaan Islam.

Kemudian menyelesaikan seluruh problematika keseharian mereka dengan hukum-hukum yang terpancar dari aqidah Islam tadi. Yaitu dengan hukum-hukum syara’ (Syariah Islam), sebagai bagian dari perintah dan larangan Allah atau sebagai bagian dari keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT semata, bukan dengan anggapan lainnya.

Jika ini yang dijalankan, maka kebangkitan pasti akan muncul dan terwujud kembali. Bahkan kebangkitan yang hakiki dan shahih (benar), bukan sekedar bangkit. Umat Islam pun mampu menegakkan kembali peradaban agung Islamnya dan mampu menggapai puncak kegemilangannya lagi, meraih kembali kepemimpinan internasional untuk yang kedua kalinya. Demikianlah tata cara ataupun metode shahih membangkitkan umat Islam saat ini dengan kebangkitan yang hakiki dan shahih. Wahai kaum muslimin, dari sinilah kita mulai.

Allahu Akbar...!!!

Wallahu a'lam bish shawab. []
 

Friday, July 31, 2020

Virus Corona Bikin Lumpuh Komunis China



Oleh: Zakariya al-Bantany


Dengan angkuh dan sombongnya laksana raja Namrud penguasa Babilonia dan Fir'aun penguasa Mesir, Presiden China Xi Jinping, pada Selasa 1 Oktober 2019 mengatakan dalam pidatonya bahwa tidak ada kekuatan yang dapat menghentikan perkembangan Tiongkok.

Hal itu disampaikannya untuk memperingati HUT ke-70 RRC atau Hari Nasional China di bawah pemerintahan Partai Komunis Tiongkok.

"Tidak ada kekuatan yang dapat mengguncang pondasi negara besar ini," kata Xi dalam naskah pidato berbahasa Mandarin, yang diterjemahkan secara resmi oleh media pemerintah, dikutip dari CNBC, Selasa (1/10/2019).

"Tidak ada kekuatan yang bisa menghentikan orang-orang China dan bangsa China untuk terus maju," lanjutnya.

Xi juga menekankan bahwa China akan mengejar pembangunan damai.

"Hiduplah Partai Komunis Tiongkok yang agung. Dan panjang umut Rakyat Tiongkok!" sang presiden China mengakhiri pidatonya, yang berlangsung kurang dari 10 menit.

Tapi, lihatlah negara komunis China yang angkuh dan sombong itu dan telah membantai jutaan Muslim Uyghur dan mengkarantina paksa jutaan lebih Muslim Uyghur di kamp-kamp konsentrasi dan komunisasi. [https://www.bbc.com/indonesia/amp/dunia-46601638; https://www.bbc.com/indonesia/amp/dunia-45372418]


Kini negara komunis China tersebut sedang lumpuh dan mulai sekarat hanya karena dengan tentara Allah yaitu makhluk yang sangat kecil. Yakni Virus Corona yang telah mematikan puluhan penduduk Cina komunis dan akan terus bertambah korban berjatuhan. Serta jutaan lebih penduduk Cina komunis tersebut justru dikarantina di hari istimewa perayaan Imlek mereka tersebut. Dan Presiden China Xi Jinping pun tampak lemah dan sangat kewalahan dalam menghadapi wabah Virus Corona tersebut.

Presiden China Xi Jinping mengatakan saat ini China menghadapi situasi gawat akibat Virus Corona. Korban tewas akibat virus ini sudah mencapai 42 orang, sampai hari Sabtu menjelang perayaan Imlek.

Mengantisipasi penyebaran virus makin luas, China membatasi penggunaan layanan transportasi. Dengan lebih dari 1.400 orang terinfeksi di seluruh dunia, sebagian besar dari mereka di China. Akibat darurat virus ini perayaan Imlek dan kunjungan ke daratan China dibatasi.

Australia mengkonfirmasi empat kasus pertamanya dan Kanada yang pertama pada hari Sabtu. Setelah Malaysia mengkonfirmasi empat kasus dan Perancis melaporkan kasus pertama Eropa pada hari Jumat, ketika otoritas kesehatan di seluruh dunia berjuang untuk mencegah pandemi.

Berdasarkan laporan Wall Street Journal, Amerika Serikat tengah mengatur penerbangan charter pada hari Minggu untuk membawa warga negara dan diplomatnya kembali dari Wuhan, kota China tengah di pusat wabah.

Di Hong Kong, dengan lima kasus yang dikonfirmasi, pemimpin kota itu Carrie Lam mengatakan, penerbangan dan perjalanan kereta api cepat antara kota dan Wuhan akan dihentikan. Sekolah-sekolah di Hong Kong yang saat ini sedang libur Tahun Baru Imlek akan tetap ditutup hingga 17 Februari.

Xi Jinping mengadakan pertemuan politbiro pada hari Sabtu tentang langkah-langkah untuk memerangi wabah "percepatan", lapor televisi pemerintah. Berdasarkan laporan otoritas, sampai jam 8 malam waktu setempat (12.00 GMT) pada hari Sabtu, jumlah kematian di Cina telah meningkat menjadi 42.

Jumlah masyarakat China yang terinfeksi virus sudah mencapai sekitar 1.372 orang. Pelacakan dilakukan ke pasar makanan laut di Wuhan yang secara ilegal menjual satwa liar. Virus ini juga telah terdeteksi di Thailand, Vietnam, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Nepal, dan Amerika Serikat. Di provinsi Hubei, tempat Wuhan berada, para pejabat menggunakan masker dan pakaian pelindung.

"Kami terus mendorong pengendalian dan pencegahan penyakit, tapi saat ini kami sedang menghadapi krisis kesehatan masyarakat yang sangat parah," kata Hu Yinghai, wakil direktur jenderal Departemen Urusan Sipil dalam sebuah jumpa pers sebagaimana dikutip dari reuters. [https://www.cnbcindonesia.com/news/20200126104449-4-132783/virus-corona-bunuh-42-orang-xi-jinping-ini-kondisi-serius]


Komisi Kesehatan Nasional China sudah memperbarui data terkini perihal wabah virus Corona baru, 2019-nCoV. Total kematian sudah mencapai 80 orang dan 2.744 kasus dikonfirmasi di seluruh negeri Tirai Bambu.

SINDOnews.com meng-update data komisi tersebut dari situs resminya, Senin (27/1/2020). Data hingga pukul 10.28 WIB menyebutkan Komisi Kesehatan Nasional China telah menerima total 2.744 kasus yang dikonfirmasi, 30 kasus kasus parah, 80 kasus kematian, dan 51 kasus pasien sembuh yang dipulangkan dari 30 provinsi (mencakup daerah otonom dan kota). Ada juga 5.794 kasus yang diduga terkait 2019-nCoV.

Menurut komisi itu, saat ini total ada 32.799 kontak dekat pasien virus yang telah dilacak, 583 orang telah dibebaskan dari pengamatan medis, dan 30.453 orang mendapat pantauan medis.

Total kasus yang dikonfirmasi dilaporkan dari Hong Kong, Makau dan Taiwan dengan rincian, 8 kasus dari Wilayah Administratif Khusus Hong Kong, 5 kasus dari Wilayah Administratif Khusus Makau, dan 4 kasus dari Taiwan.

Selain itu, kasus-kasus yang dikonfirmasi secara akumulatif dilaporkan dari luar negeri, yakni 7 kasus di Thailand, 3 kasus di Korea Selatan, 3 kasus di Amerika Serikat, 2 kasus di Vietnam, 4 kasus di Singapura, 3 kasus di Malaysia, 1 kasus di Nepal, 3 kasus di Prancis, dan 4 kasus di Australia. [https://international.sindonews.com/read/1508362/40/virus-corona-china-terkini-80-tewas-2744-terinfeksi-30-kasus-parah-1580096443]


Dan apabila negara komunis China yang sombong nan angkuh tersebut tidak mampu mengendalikan dan menghentikan Virus Corona tersebut hingga wabah Virus Corona yang melanda negara komunis China tersebut akan sangat mungkin semakin melumpuhkan politik ekonomi China. Dan dunia pun akan mengisolir dan mengkarantina Cina dari peradaban dunia.

Sejumlah ekonom memperingatkan bahwa stabilisasi ekonomi China yang rapuh dapat menghadapi risiko lebih tinggi jika pemerintah gagal mengatasi jenis virus baru yang saat ini menyebar di Asia.

UBS Group AG dan Nomura Holdings Inc. merujuk pada wabah SARS yang merebak pada 2003 silam untuk memperkirakan langkah ke depan terkait dampak dari penyebaran coronavirus. [https://m.bisnis.com/amp/read/20200122/19/1192778/ekonom-ingatkan-wabah-corona-virus-bisa-ganggu-ekonomi-china]


Menurut Jonathan Read, periset medis Inggris, memprediksi jumlah orang yang terjangkit Virus Corona di Wuhan akan mencapai 250.000 jiwa pada 4 Februari 2020.

Berdasar sejumlah indikator dan model matematika, Read memperkirakan penyebaran virus corona akan eksponensial hanya dalam ukuran pekan jika tidak ada perubahan dalam penanganan.

Seperti diketahui, wabah ini bermula dari Kota Wuhan di China. Kota ini punya penduduk cukup besar, 11 juta orang, sementara virus corona bisa menyebar antar-manusia.

Read juga memperkirakan kota-kota China yang menyusul Wuhan adalah Shanghai, Beijing, Guangzhou, Chongqing dan Chengdu.

Sementara negeri-negeri yang paling berisiko tertular karena hubungan transportasi udara dengan China meliputi: Thailand, Japan, Taiwan, Hong Kong, and South Korea.

Artinya sebagian besar negeri Asia akan terkena; dunia selebihnya akan menunggu.

Di samping dampak langsung (banyak orang terjangkit dan tewas), wabah ini potensial memicu krisis ekonomi global ketika sebagian besar kota China lumpuh.

Jonathan Read bekerja untuk Pusat Informatika kesehatan (Centre for Health Informatics), Lancaster University, Lancaster, United Kingdom. [https://www.forexlive.com/news/!/uk-virus-researchers-estimate-250000-people-in-wuhan-will-get-corona-virus-in-13-days-20200124]


Sungguh makar Allah dan azab Allah itu maha canggih dan maha dahsyat. Tidakkah belajar dari binasanya raja Namrud yang sombong dan angkuh serta mengklaim dirinya sebagai Tuhan.

Hanya dengan seekor nyamuk lemah yang diutus Allah untuk membinasakan raja Namrud yang sombong dan angkuh tersebut serta yang telah membakar Nabi Ibrahim AS., akhirnya Namrud pun binasa dengan hinanya. Dan pasukan bala tentara Namrud yang kuat pun binasa karena serangan nyamuk-nyamuk lainnya.

Begitupula kebinasaan yang terjadi pada kaum-kaum terdahulu lainnya: Kaum Nabi Nuh, kaum Sodom, Fir'aun, Jalut, Tsamud, Ad, Madyan, Sabath, Abu Jahal, Abu Lahab, dan lain-lain. Tatkala mereka tidak mau dibina, namun justru semakin durhaka kepada Allah dan memerangi kekasih Allah yakni para Nabi dan Rasul serta orang-orang yang beriman, maka akhirnya Allah pun membinasakan mereka dengan hina dengan berbagai macam bentuk azab Allah.

Allah SWT berfirman:

ثُمَّ أَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَعَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَأَنْزَلَ جُنُودًا لَمْ تَرَوْهَا وَعَذَّبَ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ وَذَٰلِكَ جَزَاءُ الْكَافِرِينَ

"Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang yang beriman, dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu tiada melihatnya, dan Allah menimpakan bencana kepada orang-orang yang kafir, dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir." (QS. At-Taubah: 26)


فَكُلًّا أَخَذْنَا بِذَنْبِهِ فَمِنْهُمْ مَنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُمْ مَنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُمْ مَنْ خَسَفْنَا بِهِ الْأَرْضَ وَمِنْهُمْ مَنْ أَغْرَقْنَا وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

“Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil, dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur (halilintar), dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” (QS. Al-Ankabut: 40)


Afalaa ta'qilun yaa ulil albaab..?!
Pikir wahai orang-orang yang berakal..?!

Semoga kisah-kisah kaum terdahulu yang dibinasakan oleh Allah SWT tersebut dan juga wabah Virus Corona yang melumpuhkan negara komunis China yang sangat sombong dan angkuh tersebut, itu pun menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita. Agar kita segera bertaubatan nasuha kepada Allah SWT dan segera hijrah secara kaffah dari sistem kufur demokrasi kapitalisme sekulerisme dan sosialisme komunisme biang masalah, biang bencana dan biang penjajahan hanya ke dalam sistem Islam yakni: Syariah dan Khilafah sehingga Allah SWT meridhai, merahmati dan memberkahi kita serta melindungi kita dari segala bentuk bencana dan dari segala wabah penyakit dan dari segala bentuk murka dan azab Allah SWT. Aaamiin.

Wallahu a'lam bish shawab. []


#2020TahunUmatIslam
#KhilafahTinggalSelangkah
#2020AbadKhilafah
#2020ReturnTheKhilafah
#KhilafahAdalahSolusi

Wednesday, July 29, 2020

2020 Tahun Umat Islam



Oleh: Zakariya al-Bantany


Pada bulan desember tahun 2004, salah satu lembaga intelligent Amerika Serikat yakni National Intelligence Council’s (NIC) merilis sebuah laporan yang berjudul Mapping the Global Future.

Dalam laporannya itu diprediksikan bahwa akan ada empat skenario besar dunia di tahun 2020, salah satu yang disebutkan adalah A New Chaliphate atau berdirinya kembali khilafah Islam, sebuah pemerintahan Islam global yang mampu memberikan tantangan pada norma-norma dan nilai-nilai global. Tegaknya khilafah adalah pertanda kebangkitan Islam dan tahta kepemimpinan dunia segera beralih ke tangan Islam.

Selain itu, menarik juga menilik sebuah buku terbaru karya Mr. Michael Buriyev (Wakil Ketua Parlemen Rusia) yang menyatakan: dunia sedang menuju menjadi 5 negara besar yakni: Rusia, Cina, Khilafah Islam, Konfederasi Dua Amerika, dan India jika India bisa bebas dari cengkraman Islam yang mengurungnya (Pakistan, Bangladesh, Kasmir, Afganistan).

Terlepas dari tendensi apa mereka mengeluarkan prediksi tersebut, yang namanya prediksi, hal itu bisa akurat bisa juga tidak. Yang jelas namanya prediksi itu berbeda dengan sebuah ramalan mantra, sebab prediksi yang dilakukan di sini tentunya berdasarkan penelitian yang begitu mendetail dan argumentatif yang didasarkan dengan data-data yang dihasilkan dari pengamatan mereka di lapangan, apalagi yang melakukan adalah sebuah lembaga yang profesional dan memiliki tingkat kredibilitas yang tinggi di bidangnya.

Jika dikolerasikan dengan Indonesia, negeri ini adalah salah satu kandidat kuat sebagai titik awal berdirinya (Daulah Islam) Khilafah, di samping negeri-negeri Islam lainnya. Hal ini didasari atas beberapa pertimbangan, di antaranya: potensi sumberdaya alam yang melimpah, secara geografis memiliki luas wilayah yang cukup luas, jumlah penduduk yang besar dan semakin diterimanya dakwah Syariah dan Khilafah di tengah-tengah ummat. [https://m.eramuslim.com/suara-kita/pemuda-mahasiswa/ali-mustofa-akbar-karyawan-swasta-indonesia-melaju-cepat-menuju-khilafah.htm]

Sepuluh hingga lima belas tahun yang lalu mungkin masyarakat di negeri ini dan di dunia masih merasa sangat asing dan aneh mendengar apa itu Khilafah, seringkali bahkan terjadi kekeliruan penyebutannya dengan khilafiyah. Seiring dengan berjalannya waktu dan atas pertolongan Allah SWT, kini perjuangan penegakan kembali Khilafah yang akan menerapkan seluruh ayat-ayat Allah itu semakin membahana, masyarakat tidak asing lagi dengan apa itu Khilafah, bahkan sebagian di antara mereka ikut turut andil dalam perjuangan menegakkan kembali Khilafah.

Apatah lagi, di Indonesia pun gejolak kebangkitan Islam kian membahana pasca penistaan Al-Qur’an oleh Ahok yang saat itu petahana Gubernur DKI Jakarta hingga bergulir gelombang raksasa Aksi Bela Islam dan Bela Ulama 411 (04/12) yang dihadiri sekitar 3 juta umat Islam dan 212 (02/12) yang dihadiri sekitar 7 juta umat Islam dari seluruh penjuru Nusantara pada tahun 2016 yang lalu.

Hingga berlanjut kian revolusionernya memicu rentetan gelombang aksi-aksi besar Bela Islam dan Bela Ulama selanjutnya pula di tahun 2017 lalu yang dihadiri ribuan hingga ratusan ribu lebih umat Islam hingga gaungnya pun menggema dahsyatnya baik di dunia nyata maupun di dunia maya (media sosial).

Hingga akhirnya pemerintah pun menerbitkan Perppu Ormas No. 02 Tahun 2017 serta mencabut BHP HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) yang vokal dan lantang mendakwahkan Syariah dan Khilafah serta sangat kritis terhadap segala kebijakan dzhalim penguasa yang sangat pro kepada para penjajah kafir kapitalis asing dan aseng. Yang berujung disahkannya Perppu Ormas tersebut menjadi UU Ormas yang baru di gedung DPR RI.

Selanjutnya pula pada tanggal 02/12/2017, kemudian terulang kembali mega raksasa Aksi Bela Islam dan Bela Ulama dalam bentuk Reuni Akbar Alumni 212 sekaligus Maulid Akbar Nabi Saw. di Tugu Monas Jakarta yang dihadiri sekitar 7 juta umat Islam dari seluruh penjuru Nusantara -hingga terjadi banyak rentetan peristiwa Aksi Bela Islam lanjutannya yang dihadiri oleh ribuan hingga ratusan ribu umat Islam di sepanjang tahun 2018 yang lalu.

Hingga berujung terjadinya Aksi Bela Tauhid 211 (02/11/2018) yang dihadiri jutaan lebih umat Islam di Jakarta sebagai respon atas pembakaran bendera tauhid oleh Banser NU.

Bahkan akhirnya pun berujung menghantarkan terjadinya super mega raksasa Aksi Bela Tauhid dan Bela Islam 212 dalam bentuk Reuni Akbar 212 (02/12/218) yang dihadiri oleh sekitar 13 juta lebih umat Islam hingga berkibarlah jutaan lebih bendera tauhid al-Liwa dan ar-Royah beserta simbol-simbol tauhid dengan gagahnya yang dikibarkan oleh sekitar 13 juta lebih umat Islam di Monas Jakarta dan sekitarnya-yang kian mengokohkan komitmen super kuat kepemimpinan intelektual Islam, kebangkitan Islam, persatuan umat Islam dan pembelaan terhadap Islam, Ulama dan umat Islam. Serta kian lantangnya dan kian mengokohkan gaung gema opini Khilafah di tengah masyarakat khususnya umat Islam di seluruh penjuru Nusantara hingga Islam beserta ajarannya tentang Syariah dan Khilafah tersebut kian mengkristalisasi secara revolusioner dan alamiah di dalam benak tiap-tiap seluruh umat Islam dan penduduk negeri ini di seantero Nusantara.

Bahkan dengan berkibarnya jutaan lebih bendera tauhid al-Liwa dan ar-Royah oleh 13 juta lebih umat Islam di Reuni 212 2018 tersebut semakin menjadi bukti kuat telah terjadinya kebangkitan Islam dengan telah kembalinya bendera tauhid (panji Rasul) tersebut kepada pemiliknya yang sah sesungguhnya yaitu umat Islam menjadi kunci pembuka gerbang revolusi menuju semakin dekatnya di depan mata akan tegaknya kembali Khilafah.

Dan makin diperparah pula hakim-hakim dzhalim Mahkamah Agung (MA) yang telah menolak pengajuan kasasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) pada Jumat 15 Februari 2019 kemarin lalu. Bahkan sebelumnya pun diperparah oleh hakim-hakim dzhalim PTUN lewat putusan tercurang di PTUN 07 Mei 2018 yang lalu dengan telah mencampakkan bukti-bukti dan fakta-fakta selama proses persidangan dan telah mencampakkan logika hukum dan logika keadilan justru memenangkan rezim ruwaibidhah yang dzhalim ini dan menolak gugatan HTI. Mungkin dalam pandangan orang awam dan pemerintah mungkin menurut mereka HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) kalah dan pemerintah menang pada putusan hakim-hakim dzhalim pada Selasa 07 Mei 2018 di PTUN Jakarta yang lalu.

Namun, pada hakikatnya HTI beserta “Khilafah Ajaran Islam” telah menang baik secara intelektual, logika hukum maupun secara politik dan opini. Ini bukti “HTI On The Track” dan pemerintah rezim ruwaibidhah democrazy sudah “Off Side” dan sudah “Off The Track” dan di tepi jurang kehancurannya.

Ini adalah sinyal kuat pertanda sebentar lagi bakal tumbangnya rezim ruwaibidhah democrazy dan sistem kufur demokrasi kapitalisme sekulerisme. Dan sekaligus sinyal sangat kuat pertanda Khilafah sebentar lagi akan tegak. Serta ini pun hakikatnya adalah sinyal kemenangan hakiki Islam dan benar-benar masa depan dalam genggaman Islam.

Karena rezim ruwaibidhah democrazy yang dzhalim dan anti Islam ini yang telah dimenangkan oleh hakim-hakim dzhalim di MA lewat penolakan kasasi HTI pada 15 Februari 2019 kemarin lalu dan hakim-hakim dzhalim PTUN lewat putusan di PTUN 07 Mei 2018 tahun lalu telah memastikan dirinya adalah mulkan jabriyatan (penguasa diktator).

Namun, justru makar jahat rezim diktator anti Islam tersebut hanya kian memicu kemarahan umat Islam yang sudah mencapai ubun-ubunnya dan justru semakin menambah kokohnya geliat kebangkitan Islam sehingga terus-menerus bermunculan gelombang aksi besar-besaran Bela Islam dan Bela Ulama di seluruh penjuru Nusantara yang diiringi kian menggemanya opini Syariah, Khilafah dan HTI di tengah seluruh masyarakat Indonesia hingga seantero penjuru Nusantara.

Dan juga diperparah dengan hilangnya nyawa 700 KPPS, dan dengan dimenangkannya kubu petahana 01 oleh KPU dan hakim MK hingga memicu gelombang besar aksi rakyat hingga memakan banyak korban jiwa dari rakyat oleh kebrutalan aparat.

Hingga berujung kubu 02 pun merapat dan berkoalisi dengan kubu 01 dalam koalisi megaproyek dengan Prabowo mendapat jatah menteri pertahanan dalam pemerintahan Jokowi (jilid kedua) dan Ma’ruf Amin untuk masa periode tahun 2019-2024. Hingga akhirnya membuat sangat kecewa berat bagi para pendukung dan pemilih 02 Prabowo-Sandi, bahwa mereka yang mendukung telah menyadari telah ditipu oleh demokrasi dan telah dikhianati oleh Prabowo tersebut, hingga mulai menyadarkan para Ulama-Habaib dan umat Islam bahwa solusinya bukan demokrasi dan bukan ganti rezim semata, tapi solusinya hanya kembali kepada Islam yakni Syariah dan Khilafah.

Sehingga wajar Ulama pun akhirnya menggelar Ijtima’ Ulama yang keempat dengan hasil keputusan: “Bahwa sesungguhnya semua Ulama Ahlus Sunnah Wal Jama’ah telah sepakat bahwa penerapan syariah dan penegakan Khilafah serta amar makruf nahi mungkar adalah kewajiban agama Islam,” tegas Penanggung Jawab Ijtima Ulama IV Ustadz Yusuf Muhammad Martak membacakan Keputusan Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional IV, Senin (5/8/2019) sore di Hotel Lor In, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Para ulama juga dengan tegas menolak kapitalisme. “Menolak segala bentuk perwujudan tatanan ekonomi kapitalisme dan liberalisme di segala bidang termasuk penjualan aset negara kepada asing maupun aseng, dan memberikan kesempatan kepada semua pribumi tanpa memandang suku maupun agama untuk menjadi tuan di negeri sendiri,” ujarnya.

Selain itu, dalam acara yang berlangsung sejak pagi tersebut mengajak seluruh ulama dan umat untuk terus berjuang melakukan pencegahan bangkit kembalinya komunisme. [https://mediaumat.news/ijtima-ulama-iv-tegaskan-khilafah-wajib-serta-tolak-kapitalisme-dan-komunisme/]

Kemudian di awal pemerintahan periode kedua  kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin tersebut justru malah menabuh genderang perang terhadap radikalisme yang disematkan kepada umat Islam khususnya kepada HTI, FPI dan ajaran Islam perihal Dakwah, Syariah, Khilafah dan Jihad. Yang berujung sang rezim pun berupaya menggusur materi Khilafah dan jihad dari kurikulum pendidikan agama di madrasah dengan tuduhan memicu radikalisme.

Dan pemerintah rezim Jokowi pun di awal pemerintahan periode keduanya tersebut, itu pun ingin mengerahkan pasukan aparat kepolisian untuk mematai-matai Masjid sekaligus mendata dan mengumpulkan informasi terhadap Ustadz atau Ulama serta orang-orang yang dianggap radikal dan Masjid-Masjid yang dianggap tempat bersemainya paham radikal yang dituduhkan oleh pemerintah Jokowi tersebut.

Namun, upaya rezim tersebut dalam menjegal dan mengaborsi dakwah HTI dan Khilafah serta mengaborsi kebangkitan Islam di negeri ini, justru semakin membuka lebar-lebar pintu gerbang diskursus di tengah masyarakat perihal Dakwah, Jihad, Khilafah dan HTI tersebut dan semakin mulai mengkristalisasi dalam benak masyarakat.

Dan diperparah pula dengan terbongkarnya mega korupsi skandal Jiwasraya, Bumiputera, Asabri dan bangkrutnya banyak BUMN -yang disinyalir kuat terkait pemenangan pilpres 2019 dan juga disinyalir melibatkan pihak istana dan kroni-kroni sang rezim- di awal pemerintahan Jokowi tersebut. Serta diperparah dengan terbongkarnya skandal korupsi Komisioner KPU pusat yang melibatkan partai penguasa kian justru makin menelanjangi kebobrokan rezim dan kroni-kroninya, serta makin mulai membongkar tabir pemilu 2019 tahun lalu.

Serta makin membuat rakyat jengah dan sangat muak dengan oligarkhi politik demokrasi yang sangat korup nan culas. Kemudian makin viral dan super hot-nya opini Khilafah dan HTI di tengah masyarakat dan mulai menjadi harapan baru masyarakat yang merindukan perubahan hakiki yang lebih baik penuh berkah. Hingga Khilafah dan HTI pun mulai memiliki nilai tawar (bargaining position) di tengah masyarakat.

Akhirnya kini Khilafah dan HTI pun telah benar-benar menjadi trending topic atau telah menjadi topik paling utama dan obrolan super panas di tengah masyarakat baik di jagad medsos maupun di jagad dunia nyata.

Hingga opini Khilafah dan HTI pun menembus relung hati setiap warga masyarakat negeri ini sampai ke semua lapisan masyarakat hingga pro-kontra pun muncul di tengah masyarakat di seluruh pelosok negeri zamrud khatulistiwa ini baik di jagad medsos maupun di jagad dunia nyata. Sampai-sampai membuat makin sangat penasaran warga masyarakat yang belum mengetahui dan belum memahami Khilafah dan HTI di tanah air ini. Ini pertanda sinyal kuat bahwa Khilafah benar-benar akan tegak kembali.

Diperkuat pula oleh sebelumnya, pasca fitnah besar tragedi WTC yang menyudutkan dan menjadikan Islam dan umat Islam sebagai pihak tertuduh “terorisme” dan “radikalisme” yang ditabuh oleh imperium adidaya AS sebagai raksasa kapitalisme global dunia saat ini dan diikuti pula oleh negara-negara sekutu jahatnya serta para penguasa yang menjadi boneka dan kaki tangannya. Justru sebaliknya di balik itu semua kini membawa berkah, sekarang berbondong-bondong ribuan bahkan mungkin sekarang sudah jutaan lebih warga asli Eropa dan Amerika memeluk Islam. [http://www.jerami.info/2018/04/24/eropa-berbondong-bondong-masuk-islam/; https://republika.co.id/amp/p1o0e2313; https://republika.co.id/amp/pcpql9313; https://www.konfrontasi.com/content/khazanah/masya-allah-begitu-pesatnya-islam-berkembang-di-eropa-dan-amerika]


Ini makin mengokohkan bahwa tahun 2020 akan benar-benar menjadi tahun umat Islam, yakni tahun kebangkitan umat Islam dalam menggenapi syarat-syarat sunnatullah tegaknya Khilafah yang akan mewujudkan masa depan dunia adalah Islam. Karena Islam adalah masa depan itu sendiri. Dan masa depan Islam itu sendiri adalah Khilafah. Memang wis wayahe Khilafah.

Apatah lagi dalam rumus logika matematika politik: 01+02 = 03. Yang artinya, baik kubu 01 yang menang ataupun kubu 02 yang menang ataupun kubu 01 dan kubu 02 melebur menjadi satu kubu yaitu dalam bentuk bangun ruang koalisi megaproyek seperti saat ini pasca pilpres 2019. Maka, tetap hasil akhirnya yang menang hakiki adalah kubu 03 yaitu tegaknya Khilafah Rasyidah Islamiyyah.

Sebab, Khilafah merupakan keniscayaan perubahan besar di masa depan. Karena Khilafah sendiri adalah janji Allah yang pasti dan kabar gembira Rasulullah Saw. sekaligus proyek Allah dan takdir Allah yang pasti terjadi kembali. Karena, Khilafah adalah masa depan Islam dan masa depan umat Islam. Serta masa depan Islam dan masa depan umat Islam adalah Khilafah Islam itu sendiri. Allah SWT berfirman:

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa (menjadi Khilafah) di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An-Nuur: 55)

Para Ulama tafsir menjelaskan bahwa dalam ayat yang mulia ini, sebenarnya terdapat sumpah Allah yang tersirat dari ungkapan “layastakhlifannahum….dst” yang diistilahkan oleh pakar bahasa Al-Qur’an sebagai jawâbul-qasm (jawaban sumpah). Lalu apa sumpah Allah tersebut? Dia bersumpah akan menjadikan orang-orang yang beriman dan beramal shalih sebagai Khalifah (penguasa) di muka bumi yang akan mengatur dunia dengan syari’at-Nya. [Lihat makna “istakhlafa” dalam Mu’jamul Alfaazhil Qur’ânil Karîm: 1/369, disusun oleh sekumpulan ulama yang diketuai oleh DR. Ibrahîm Madkûr, Cet. 1409-H, Jumhûriyyah Mishr al-Arabiyyah]

Rasulullah Saw. bersabda:

“Di tengah-tengah kalian akan terdapat masa Kenabian yang berlangsung selama sesuai dengan kehendak Allah. Kemudian Dia akan menghilangkannya sesuai dengan kehendak-Nya, setelah itu ada Khilafah ‘alaa Minhaajin Nubuwwah (Khilafah yang mengikuti metode Kenabian) yang berlangsung lama sesuai dengan kehendak-Nya pula. Kemudian Dia akan menghapusnya juga sesuai dengan kehendak-Nya. Lalu akan datang masa para penguasa yang menggigit (berpegang teguh dalam memperjuangkan Islam) yang berlangsung lama sesuai dengan kehendak-Nya. Kemudian Allah hilangkan dengan kehendak-Nya pula. Setelah itu akan datang penguasa diktator bertangan besi yang berlangsung lama semua sesuai dengan kehendak-Nya pula. Lalu Dia akan menghapusnya jika menghendaki untuk menghapusnya. Kemudian akan datang kembali Khilafah yang mengikuti metode Kenabian (Khilafah ‘alaa Minhaajin Nubuwwah). Kemudian Nabi Saw. pun diam.” (HR. Ahmad, IV/273)
  

Oleh karena itulah, Khilafah itu laksana Matahari yang terbit dari ufuk timur. Siapa pun bahkan fir'aun dan iblis sekalipun tak sanggup menghalangi terbitnya matahari dari ufuk timur tersebut. Maka, semua pada akhirnya akan Khilafah. Dan Khilafah pada akhirnya akan menjadi semuanya..!!! Dahulu tidak ada satupun orang yang mampu mencegah runtuhnya negara adidaya superpower Khilafah Islam yang berpusat di Turki pada 3 Maret tahun 1924 masehi -yang sebelumnya telah menguasai 2/3 wilayah dunia- hingga umat Islam terpecah-belah berkeping-keping menjadi lebih dari 50 negara kecil dalam bentuk negara bangsa (nation state) dan terpenjara dalam paham kufur nasionalisme hingga umat Islam merintih kesakitan terjajah dan “dibinasakan” oleh musuh-musuh mereka para kafir penjajah dari Barat dan Timur hingga dari Utara dan Selatan.

Umat Islam tanpa Khilafah benar-benar kondisinya bagaikan anak ayam yang kehilangan induknya dan bagaikan kebun tanpa pagar, serta bagaikan banyaknya buih di atas lautan tapi centang perenang dan terombang-ambing tak tentu arah tujuan. Umat Islam tanpa Khilafah laksana menu hidangan istimewa yang diperebutkan oleh hewan predator buas nan liar dari Barat dan Timur hingga dari Utara dan Selatan.

Begitu pula berlaku di masa depan dalam waktu dekat ini, maka tidak ada satupun orang yang bisa mencegah tegaknya kembali Khilafah Islam di muka bumi ini dan umat Islam akan kembali bersatu menjadi satu umat dan satu negara adidaya raksasa superpower Khilafah Rasyidah Islamiyyah yang akan menebar rahmah dan berkah bagi dunia dan alam semesta. Serta bangsa-bangsa di seluruh penjuru dunia akan tunduk kepada umat Islam, serta Khilafah Islam pula yang akan menyatukan dunia bagian barat dan timur hingga dunia bagian utara dan selatan ke dalam pangkuan kekuasaan Islam hingga berkibarlah panji tauhid al-Liwa’ dan ar-Royah di seluruh penjuru dunia dan di seluruh penjuru alam.

Suka ataupun tidak suka sama Khilafah, setuju ataupun tidak setuju sama Khilafah, turut berjuang ataupun tidak turut berjuang menegakkan Khilafah, Khilafah pasti akan tegak lagi di muka bumi di akhir zaman ini. Meskipun orang-orang dzhalim, fasiq, kafir dan munafik semuanya di seluruh penjuru bumi bersatu berupaya keras mencegah tegaknya kembali Khilafah Islam. Maka, Khilafah Islam tetap pasti akan tegak.

Allah SWT berfirman:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang Khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (Khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-Baqarah: 30)

Rasulullah Saw. bersabda:

كَانَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ تَسُوسُهُمْ الْأَنْبِيَاءُ كُلَّمَا هَلَكَ نَبِيٌّ خَلَفَهُ نَبِيٌّ وَإِنَّهُ لَا نَبِيَّ بَعْدِي وَسَيَكُونُ خُلَفَاءُ فَيَكْثُرُونَ قَالُوا فَمَا تَأْمُرُنَا قَالَ فُوا بِبَيْعَةِ الْأَوَّلِ فَالْأَوَّلِ أَعْطُوهُمْ حَقَّهُمْ فَإِنَّ اللَّهَ سَائِلُهُمْ عَمَّا اسْتَرْعَاهُمْ

“Dahulu Bani Israil selalu dipelihara urusannya oleh para Nabi. Setiap Nabi meninggal, digantikan oleh Nabi berikutnya. Sesungguhnya tidak ada Nabi sesudahku. Tetapi nanti akan ada banyak Khalifah. Para Sahabat bertanya, “Apa yang engkau perintahkan kepada kami?” Beliau menjawab, “Penuhilah baiat yang pertama, dan yang pertama saja. Berikanlah hak mereka, sesungguhnya Allah akan memintai pertanggungjawaban terhadap urusan yang dibebankan kepada mereka.” (Muttafaq ‘alaih dari Abu Hurairah, dengan lafadz al-Bukhari).


Sebentar lagi masanya akan tiba, Khilafah Islam akan segera terbit kembali laksana terbitnya Matahari dari sebelah Timur yang cahayanya menerangi seantero dunia. Bahkan di ufuk Timur dunia pun yaitu di bumi Nusantara Indonesia, kunci gerbang pembuka Khilafah yaitu bendera tauhid (panji Rasul) al-Liwa dan ar-Royah telah kembali kepada pemilik yang sah yaitu umat Islam di saat Aksi Bela Tauhid dan Reuni 212 tahun 2018 yang lalu telah berkibar jutaan panji hitam (bendera tauhid) yang dikibarkan oleh sekitar 13 juta lebih umat Islam yang hadir di tugu Monas DKI Jakarta.

Rasulullah Saw. bersabda:

“Al-Mahdi akan muncul setelah keluarnya panji-panji hitam [ar-raayaat as-suud] dari (dunia belahan) Timur, yang mana pasukan ini tidak pernah kalah dengan pasukan manapun.” (HR. Ibnu Majjah)


Syaikh Dr, Abu Bakr Al ‘Awawidah, Wakil Ketua Rabithah ‘Ulama Palestina berkata: “Dan bukankah Rasulullah bersabda bahwa pembawa kejayaan akhir zaman akan datang dari arah Timur dengan bendera-bendera hitam mereka? Dulu para ‘Ulama mengiranya Khurasan, dan Daulah ‘Abbasiyah sudah menggunakan pemaknaan itu dalam kampanye mereka menggulingkan Daulah ‘Umawiyah. Tapi kini kita tahu; dunia Islam ini membentang dari Maroko sampai Merauke,” ujar beliau terkekeh.

“Maka sungguh aku berharap, yang dimaksud oleh Rasulullah itu adalah kalian, wahai bangsa Muslim Nusantara. Hari ini, tugas kalian adalah menggenapi syarat-syarat agar layak ditunjuk Allah memimpin peradaban Islam.” [http://laskarsyahadat.blogspot.com/2016/12/indonesia-negeri-pemegang-panji-dari.html?m=1]


Allah SWT berfirman:

 هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ

“Dia-lah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.” (QS. At-Taubah: 33)

Rasulullah Saw. bersabda:

لَا يَذْهَبُ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ حَتَّى تُعْبَدَ اللَّاتُ وَالْعُزَّى فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ كُنْتُ لَأَظُنُّ حِينَ أَنْزَلَ اللَّهُ
{ هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ }
أَنَّ ذَلِكَ تَامًّا قَالَ إِنَّهُ سَيَكُونُ مِنْ ذَلِكَ مَا شَاءَ اللَّهُ

“Malam dan siang tidak akan sirna sehingga Al-Lata dan Al-Uzza telah disembah. Lalu Aisyah bertanya: ‘Wahai Rasul, sungguh aku mengira bahwa tatkala Allah menurunkan firman-Nya: “Dia-lah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai, hal ini itu telah sempurna (realisasinya)”. Beliau menjawab: “Hal itu akan terealisasi pada saat yang ditentukan oleh Allah.” (HR. Muslim)

اِنَّ اللهَ زَوى , اَىْجَمَعَ وَضَمَّ لِىَ اْلاَرْضُ فَرَاَيْتَ مَشَارِقَهَا وَمَغَارِ بَهَا , وَاِنَّ   اُمَّتِى سَيَبْلُغُ مُلْكُهَا مَازَوى لِى مِنْهَا

“Allah SWT telah menghimpun (mengumpulkan dan menyatukan) bumi ini untukku. Oleh karena itu, aku dapat menyaksikan belahan bumi Barat dan Timur. Sungguh kekuasaan umatku akan sampai ke daerah yang dikumpulkan (diperlihatkan) kepadaku itu.” (HR. Muslim, Abu Daud, Turmudzi, Ibnu Majah dan Ahmad)

لَيَبْلُغَنَّ هَذَا الْأَمْرُ مَا بَلَغَ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَلَا يَتْرُكُ اللَّهُ بَيْتَ مَدَرٍ وَلَا وَبَرٍ إِلَّا أَدْخَلَهُ اللَّهُ هَذَا الدِّينَ بِعِزِّ عَزِيزٍ أَوْ بِذُلِّ ذَلِيلٍ عِزًّا يُعِزُّ اللَّهُ بِهِ الْإِسْلَامَ وَذُلًّا يُذِلُّ اللَّهُ بِهِ الْكُفْرَ

“Sungguh agama Islam ini akan sampai ke bumi yang dilalui oleh malam dan siang. Allah tidak akan melewatkan seluruh kota dan pelosok desa, kecuali memasukkan agama ini ke daerah itu, dengan memuliakan yang mulia dan merendahkan yang hina. Yakni memuliakan dengan Islam dan merendahkannya dengan kekufuran.” (HR. Ibnu Hibban)


Dan tentunya pula tegaknya Khilafah Rasyidah Islamiyyah (Daulah Islam) ini akan benar-benar kembali mengguncang seluruh dunia dan alam semesta seperti awal berdirinya Daulah Islam yang pertama di Madinah yang benar-benar telah mengguncang seluruh dunia dan alam semesta hingga para setan menjadi putus asa.

Dan pada akhirnya benar-benar tahun 2020 hingga ke atasnya di masa depan akan menjadi abad Khilafah yakni benar-benar akan terwujud menjadi tahunnya umat Islam hingga berlanjutnya kehidupan Islam dengan diterapkannya seluruh hukum-hukum Islam dalam segala aspek kehidupan dan disebarluaskannya risalah Islam ke segala penjuru dunia dengan dakwah dan jihad melalui tegaknya kembali Khilafah Rasyidah Islamiyyah Wa'dullah wa Busyrah Rasululillah tersebut. Karena itulah, wis wayahe saatnyalah Khilafah memimpin dunia! Maka, sambutlah Khilafah !!! Allahu Akbar !!!

Wallahu a’lam bish shawab. []


#KhilafahTinggalSelangkah
#2020TahunUmatIslam
#2020AbadKhilafah
#2020ReturnTheKhilafah


Channel Youtube Kopi Nikmat

Channel Youtube Kopi Nikmat
(klik gambar logo)

Fanpage di Facebook

Popular Posts

Search This Blog